Matriks terbalikkan

Dari testwiki
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam aljabar linear, sebuah matriks persegi 𝐀 berukuran nΓ—n terbalikkan (invertible) atau tidak singular, jika terdapat matriks persegi 𝐁 dengan ukuran yang sama dengan 𝐀, dan memenuhi hubungan:

𝐀𝐁=𝐁𝐀=𝐈n 

dengan 𝐈n melambangkan matriks identitas berukuran nΓ—n, dan perkalian yang dilakukan merupakan perkalian matriks yang umum. Jika hubungan tersebut berlaku, maka matriks 𝐁 disebut sebagai balikan atau invers (multiplikatif) dari matriks 𝐀, dan diberi lambang π€βˆ’1.

Matriks persegi tidak dapat dibalik disebut dengan matriks singular. Matriks persegi bersifat singular jika dan hanya jika nilai determinannya 0. Matriks yang bukan matriks persegi (berukuran mΓ—n dan mβ‰ n) tidak memiliki invers. Namun dalam beberapa kasus, matriks tersebut mungkin memiliki invers kiri atau invers kanan. Jika matriks 𝐀 berukuran mΓ—n dengan rank n (nilai n≀m), maka 𝐀 memiliki invers kiri. Invers kiri ini adalah sebuah matriks 𝐁 berukuran nΓ—m yang memenuhi hubungan 𝐁𝐀=𝐈n. Sedangkan jika rank matriks 𝐀 adalah m (nilai m≀n), maka 𝐀 memiliki invers kanan; yakni sebuah matriks 𝐁 berukuran nΓ—m yang memenuhi hubungan 𝐀𝐁=𝐈m.

Sifat

Teorema matriks terbalikkan

Sifat keterbalikkan sebuah matriks berhubungan erat dengan banyak sifat lain yang dimiliki matriks tersebut. Misalkan 𝐀 adalah matriks persegi berukuran nΓ—n, dengan entri-entri adalah elemen dari suatu lapangan K (misalnya, lapangan bilangan real ℝ). Semua pernyataan berikut ekuivalen, dalam artian antara matriks 𝐀 memenuhi semua pernyataan, atau matriks 𝐀 tidak memenuhi satupun pernyataan yang ada.[1][2]

  • Matriks 𝐀 terbalikkan. Dengan kata lain, matriks 𝐀 memiliki sebuah invers (atau tidak singular).
  • Ada sebuah matriks 𝐁 berukuran nΓ—n yang memenuhi 𝐀𝐁=𝐁𝐀=𝐈n 
  • Matriks 𝐀 dapat diubah menjadi matriks identitas 𝐈n lewat serangkaian operasi baris elementer, atau lewat serangkaian operasi kolom elementer.
  • Matriks 𝐀 dapat dinyatakan sebagai perkalian (dengan jumlah terhingga) matriks-matriks elementer
  • Matriks 𝐀 memiliki n posisi pivot. Posisi pivot adalah nilai 1 pertama sebuah baris pada matriks bentuk eselon baris tereduksi (reduced row echelon form).
  • Persamaan 𝐀𝐱=𝟎 hanya memiliki solusi trivial, yakni 𝐱=𝟎
  • Persamaan 𝐀𝐱=𝐛 tepat memiliki satu solusi, untuk semua π›βˆˆKn
  • Transformasi linear 𝐱↦𝐀𝐱 adalah sebuah bijeksi dari Kn ke Kn
  • Kernel dari 𝐀 trivial; dengan kata lain hanya mengandung vektor nol sebagai elemennya, sehingga Ker(𝐀)={𝟎}
  • Determinan dari 𝐀 sama dengan 0.
  • Bilangan 0 bukan nilai eigen dari matriks 𝐀
  • Rank 𝐀 penuh; dengan kata lain, Rank𝐀=n
  • Kolom-kolom dari 𝐀 saling bebas linear. Ini mengartikan tidak mungkin menyatakan sebuah kolom matriks 𝐀 sebagai kombinasi penjumlahan kolom-kolom yang lain.
  • Span dari kolom-kolom matriks 𝐀 adalah Kn. Artinya, himpunan semua kombinasi linear dari kolom-kolom 𝐀 akan sama dengan Kn
  • Ruang kolom dari matriks 𝐀 adalah Kn. Ruang kolom adalah ruang vektor yang dibentuk oleh kolom-kolom matriks 𝐀
  • Kolom-kolom matriks 𝐀 membentuk sebuah basis bagi Kn
  • Transpos dari 𝐀, yakni matriks 𝐀T juga terbalikkan. Hal ini mengartikan baris-baris dari matriks 𝐀 juga memenuhi sifat-sifat yang sama dengan kolom-kolom matriks.
  • Matriks 𝐀 memiliki invers kiri (yakni matriks 𝐁 sehingga 𝐁𝐀=𝐈) dan invers kanan (yakni matriks 𝐂 sehingga 𝐀𝐂=𝐈). Lebih lanjut, nilai kedua invers tersebut sama, 𝐁=𝐂=π€βˆ’1

Hubungan dengan adjugat

Adjugat dari suatu matriks 𝐀 dapat digunakan untuk mencari invers dari 𝐀, dengan menggunakan hubungan:

Jika 𝐀 memiliki invers, maka

π€βˆ’1=1det(𝐀)adj(𝐀).

Sifat-sifat lain

Selain sifat-sifat pada bagian-bagian sebelumnya, matriks 𝐀 berukuran nΓ—n yang terbalikkan juga memiliki beberapa sifat berikut:

  • (π€βˆ’1)βˆ’1=𝐀;
  • (k𝐀)βˆ’1=kβˆ’1π€βˆ’1 untuk sembarang skalar k yang tidak sama dengan 0;
  • (𝐀T)βˆ’1=(π€βˆ’1)T;
  • det(π€βˆ’1)=1det(π€βˆ’1);
  • Untuk sembarang matriks 𝐁 yang dapat dibalik dan yang berukuran sama dengan 𝐀, akan berlaku (𝐀𝐁)βˆ’1=πβˆ’1π€βˆ’1. Hal ini dapat diperumum untuk kasus matriks-matriks 𝐀1,,𝐀k berukuran nΓ—n dan dapat dibalik, yang akan memiliki hubungan (𝐀1𝐀2⋯𝐀kβˆ’1𝐀k)βˆ’1=𝐀kβˆ’1𝐀kβˆ’1βˆ’1⋯𝐀2βˆ’1𝐀1βˆ’1
  • Jika 𝐀 memiliki kolom-kolom yang saling ortonormal, maka (𝐀𝐱)+=𝐱+π€βˆ’1; dengan + menyatakan invers Moore–Penrose dan 𝐱 adalah vektor;

Referensi

Pranala luar

Templat:Kelas matriksTemplat:Matematika-stub