Garis waktu peristiwa jauh di masa depan

Dari testwiki
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bola abu-abu tua dan merah yang mewakili Bumi terletak pada latar belakang hitam di sebelah kanan objek lingkaran berwarna oranye yang mewakili Matahari
Gambaran seniman tentang Bumi beberapa miliar tahun dari sekarang, saat Matahari berubah menjadi raksasa merah.

Meskipun masa depan tidak dapat diprediksi dengan pasti, pemahaman manusia dalam berbagai bidang ilmiah bisa memprediksi garis besar beberapa peristiwa yang akan terjadi jauh pada masa depan.[1] Bidang-bidang ini termasuk astrofisika, yang mengungkapkan bagaimana planet dan bintang terbentuk, berinteraksi, dan mati; fisika partikel, yang mengungkapkan bagaimana materi berperilaku pada skala terkecil; biologi evolusioner, yang memprediksi bagaimana kehidupan akan berkembang seiring waktu; dan teori lempeng tektonik, yang menunjukkan bagaimana benua bergeser selama ribuan tahun.

Semua estimasi tentang masa depan Bumi, Tata Surya, dan alam semesta harus memperhitungkan hukum kedua termodinamika, yang menyatakan bahwa entropi, atau hilangnya energi yang tersedia, harus meningkat seiring waktu.[2] Bintang-bintang pada akhirnya akan kehabisan pasokan bahan bakar hidrogen dan terbakar. Objek-objek astronomi yang saling mendekat akan mengakibatkan planet terlempar dari gravitasi sistem bintangnya, sistem bintang akan terlempar dari galaksi.[3]

Para fisikawan memprediksi bahwa materi itu sendiri pada akhirnya akan berada di bawah pengaruh peluruhan radioaktif. Materi yang paling stabil pun pada akhirnya akan terurai menjadi partikel subatom.[4] Data saat ini menunjukkan bahwa alam semesta memiliki betuk geometri datar (atau mendekati datar). Jadi, alam semesta tidak akan runtuh dengan sendirinya setelah waktu yang terbatas.[5] Masa depan yang tak terbatas akan memungkinkan terjadinya sejumlah peristiwa yang sangat mustahil, seperti pembentukan otak Boltzmann.[6]

Garis waktu yang ditampilkan di sini mencakup peristiwa dari awal milenium ke-4 (yang dimulai pada 3001 M) hingga jangkauan terjauh pada masa depan. Sejumlah peristiwa masa depan alternatif dimasukkan dalam daftar ini untuk menjawab pertanyaan yang masih belum terselesaikan. Misalnya seperti apakah manusia akan punah, apakah proton akan terurai, dan apakah Bumi bertahan saat Matahari mengembang menjadi raksasa merah.

Kunci

Astronomi dan astrofisika Astronomi dan astrofisika
Geologi dan ilmu keplanetan Geologi dan ilmu keplanetan
Biologi Biologi
Fisika partikel Fisika partikel
Matematika Matematika
Teknologi dan budaya Teknologi dan budaya

Bumi, Tata Surya, dan alam semesta

Templat:See also

Tahun dari sekarang Peristiwa
Geologi dan ilmu keplanetan 10.000 Jika terjadi kegagalan "sumbat es" Cekungan Subglasial Wilkes yang mempengaruhi Lapisan Es Antarktika Timur dalam beberapa abad mendatang, akan butuh waktu hingga selama ini untuk mencairkan es sepenuhnya. Permukaan laut akan naik 3 sampai 4 meter.[7] Potensi dari efek jangka panjang pemanasan global ini merupakan dampak terpisah dari ancaman efek jangka pendek pemanasan global pada Lapisan Es Antarktika Barat.
Astronomi dan astrofisika 10,000[note 1] Bintang super raksasa merah Antares kemungkinan besar akan meledak dalam sebuah supernova. Ledakan ini seharusnya bisa terlihat dengan mudah di Bumi saat siang hari.[8]
Astronomi dan astrofisika 13.000 Pada titik ini, di tengah siklus presesi, kemiringan sumbu Bumi akan terbalik, menyebabkan musim panas dan musim dingin terjadi di sisi berlawanan dari orbit Bumi. Ini artinya Belahan Bumi Utara yang saat ini memiliki variasi musim lebih ekstrem karena persentase daratan yang lebih tinggi, akan menjadi semakin ekstrem. Ini terjadi karena Belahan Bumi Utara akan menghadap ke Matahari selama perihelion serta menjauh dari Matahari selama aphelion.[9]
Geologi dan ilmu keplanetan 15.000 Menurut teori pompa sahara, presesi kutub bumi akan menggerakkan Angin musim Afrika Utara cukup jauh ke utara dan menjadikan Gurun Sahara kembali beriklim tropis, seperti dahulu, sekitar 5.000–10.000 tahun yang lalu.[10][11]
Geologi dan ilmu keplanetan 17.000[note 1] Tingkat rekurensi terbaik kemungkinan munculnya peristiwa letusan supervulkanik "yang mengancam peradaban" dan cukup besar untuk memuntahkan 1.000 gigaton materi piroklastik.[12][13]
Geologi dan ilmu keplanetan 25.000 Tudung es kutub Mars akan menyusut saat Mars mencapai puncak pemanasan di belahan bumi utara selama Templat:Circa 50.000 tahun presesi perihelion siklus Milankovitch.[14][15]
Astronomi dan astrofisika 36.000 Katai merah Ross 248 kecil akan melintas dalam jarak 3,024 tahun cahaya dari Bumi, menjadi bintang terdekat dengan Matahari.[16] Bintang ini akan menjauh lagi sekitar 8.000 tahun kemudian, menjadikan Alpha Centauri sebagai bintang terdekat kembali. Selanjutnya Gliese 445 akan menjadi bintang terdekat[16] (lihat garis waktu).
Geologi dan ilmu keplanetan 50.000 Menurut Berger dan Loutre (2002), periode interglasial yang saat ini terjadi akan berakhir,[17] Bumi akan kembali ke periode glasial zaman es, terlepas dari efek antropogenik pemanasan global.

Namun, menurut penelitian yang lebih baru (2016), efek pemanasan global antropogenik dapat menunda periode glasial yang diramalkan ini hingga 50.000 tahun lagi sehingga secara efektif akan melewatinya.[18]

Air Terjun Niagara akan mengikis hingga 32 km ke arah Danau Erie, dan akan lenyap.[19]

Kebanyakan danau glasial di Perisai Kanada akan terhapus oleh rebound pasca-glasial dan proses erosi.[20]

Astronomi dan astrofisika 50.000 Panjang hari yang digunakan untuk penunjuk waktu astronomi mencapai sekitar 86.401 SI detik karena pasang bulan memperlambat rotasi bumi. Di bawah sistem ketepatan waktu saat ini, lompatan detik perlu ditambahkan ke dalam jumlah jam setiap hari, atau ditambahkan pada saat itu. Untuk mengimbanginya, panjang hari harus secara resmi diperpanjang satu detik SI.[21]
Astronomi dan astrofisika 100.000 Gerak diri bintang di seluruh bola langit, yang dihasilkan dari pergerakan mereka melalui Bima Sakti, membuat banyak rasi bintang tidak dapat dikenali oleh seseorang yang terbiasa dengan susunan rasi bintang saat ini.[22]
Astronomi dan astrofisika 100.000[note 1] Bintang hiper raksasa VY Canis Majoris kemungkinan besar akan meledak dalam sebuah supernova.[23]
Biologi 100,000 Cacing tanah asli Amerika Utara, seperti Megascolecidae, secara alami akan menyebar ke utara melalui Upper Midwest, Amerika Serikat ke Perbatasan Kanada–AS, dan berhasil menghidari glasiasi Lapisan Es Laurentide (38° LU sampai 49° LU), dengan asumsi tingkat migrasi 10 meter per tahun.[24] (Namun, manusia telah membawa cacing tanah invasif Amerika Utara dalam skala waktu yang jauh lebih singkat, menyebabkan guncangan pada ekosistem regional.)
Geologi dan ilmu keplanetan > 100.000 Sebagai salah satu dari efek jangka panjang pemanasan global, 10% karbon dioksida antropogenik akan tetap berada dalam atmosfer yang stabil.[25]
Geologi dan ilmu keplanetan 250.000 Lōʻihi, gunung berapi termuda di rangkaian gunung berapi laut Hawaiian-Emperor, akan muncul di atas permukaan laut dan menjadi pulau vulkanik baru.[26]
Astronomi dan astrofisika Templat:Circa 300.000[note 1] Pada suatu saat, dalam beberapa ratus ribu tahun mendatang, Bintang Serigala-Rayet WR 104 kemungkinan akan meledak dalam sebuah supernova. Ada kemungkinan kecil WR 104 berputar cukup cepat untuk menghasilkan semburan sinar gamma. Terdapat kemungkinan yang jauh lebih kecil lagi bahwa semburan sinar gamma semacam itu mengancam kehidupan di Bumi.[27][28]
Astronomi dan astrofisika 500.000[note 1] Bumi kemungkinan besar akan ditabrak oleh asteroid dengan diameter kira-kira 1 km, dengan asumsi tabrakan asteroid tidak dapat dihindari menggunakan teknologi pada saat itu.[29]
Geologi dan ilmu keplanetan 500.000 Medan berbatu di Taman Nasional Badlands di Dakota Selatan akan terkikis seluruhnya.[30]
Geologi dan ilmu keplanetan 1 juta Meteor Crater, kawah tubrukan besar di Arizona yang dianggap sebagai kawah meteor "paling muda" diantara kawah-kawah sejenis, akan terkikis.[31]
Astronomi dan astrofisika 1 juta[note 1] Perkiraan waktu maksimal sampai bintang super raksasa merah Betelgeuse meledak dalam sebuah ledakan supernova. Setidaknya selama beberapa bulan, supernova akan terlihat di Bumi pada siang hari. Penelitian menunjukkan bahwa supernova ini akan terjadi dalam kurun waktu satu juta tahun, atau bahkan dalam 100.000 tahun mendatang.[32][33]
Astronomi dan astrofisika 1 juta[note 1] Satelit Uranus Desdemona dan Cressida, kemungkinan besar akan bertabrakan.[34]
Astronomi dan astrofisika 1,28 ± 0,05 juta Bintang Gliese 710 akan melintas dari jarak 0,0676 parsek - Templat:Convert[35] dari Matahari, dan kemudian akan menjauh lagi. Hal ini akan mengganggu gravitasi objek-objek dalam Awan Oort, lingkaran benda-benda es yang mengorbit di tepi Tata Surya. Bintang ini juga akan meningkatkan kemungkinan tumbukan komet di bagian dalam Tata Surya.[36]
Biologi 2 juta Perkiraan waktu pemulihan ekosistem terumbu karang dari pengasaman laut yang disebabkan oleh manusia. Pemulihan ekosistem laut setelah peristiwa pengasaman yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu membutuhkan waktu yang sama.[37]
Geologi dan ilmu keplanetan 2 juta+ Grand Canyon akan terkikis lebih jauh, semakin dalam, tetapi pada bagian dasarnya akan melebar menjadi lembah luas yang mengelilingi Sungai Colorado.[38]
Astronomi dan astrofisika 2.7 juta Waktu paruh rata-rata orbital centaur, yang tidak stabil karena interaksi gravitasi dari beberapa planet luar.[39] Lihat prediksi tentang centaur.
Geologi dan ilmu keplanetan 10 juta Lembah Retakan Afrika Timur yang semakin melebar akan dibanjiri oleh Laut Merah, menyebabkan cekungan samudra baru yang membagi benua Afrika[40] serta Lempeng Afrika menjadi Lempeng Nubia yang baru terbentuk dan Lempeng Somalia.
Biologi 10 juta Perkiraan waktu untuk memulihkan keanekaragaman hayati secara penuh setelah potensi terjadinya kepunahan Holosen. Jika berada dalam skala dari lima peristiwa kepunahan besar sebelumnya.[41]

Meskipun tanpa kepunahan massal, pada masa ini sebagian besar spesies yang kini hidup akan menghilang melalui laju kepunahan latar belakang. Banyak klad akan berevolusi secara bertahap menjadi bentuk baru.[42][43]

Astronomi dan astrofisika 10 juta – 1 miliar[note 1] Bulan Uranus Cupid dan Belinda, kemungkinan besar akan bertabrakan.[34]
Geologi dan ilmu keplanetan 25 juta Menurut Christopher R. Scotese, pergerakan Sesar San Andreas akan menyebabkan Teluk California membanjiri Central Valley. Peristiwa ini akan membentuk laut pedalaman baru di Pantai Barat Amerika Utara.[44]
Astronomi dan astrofisika 50 juta Perkiraan waktu maksimum sebelum satelit alami Mars Phobos bertabrakan dengan Mars.[45]
Geologi dan ilmu keplanetan 50 juta Menurut Christopher R. Scotese, pergerakan Sesar San Andreas akan menyebabkan lokasi Los Angeles dan San Francisco saat ini bergabung.[44] Pantai California akan mulai disubduksi ke Palung Aleutian.[46]

Tabrakan Afrika dengan Eurasia menutup Cekungan Mediterania dan menciptakan pegunungan yang mirip dengan Himalaya.[47]

Puncak Pegunungan Appalachia sebagian besar akan terkikis,[48] pelapukan pada 5,7 unit Bubnoff, meskipun topografi sebenarnya akan naik karena lembah regional semakin dalam pada tingkat dua kali lipat daripada saat ini.[49]

Geologi dan ilmu keplanetan 50–60 juta Pegunungan Rocky Kanada akan terkikis hingga menjadi dataran, dengan asumsi kecepatan pelapukan pada 60 Unit Bubnoff.[50] Pegunungan Rocky Selatan di Amerika Serikat mengalami erosi dengan laju yang lebih lambat.[51]
Geologi dan ilmu keplanetan 50–400 juta Perkiraan waktu Bumi bisa mengisi kembali cadangan bahan bakar fosil secara alami.[52]
Geologi dan ilmu keplanetan 80 juta Pulau Besar akan menjadi bagian dari Kepulauan Hawaii terakhir saat ini yang akan tenggelam di bawah permukaan laut, sementara rantai yang lebih baru terbentuk dari "Kepulauan Hawaii baru" yang akan muncul di tempat mereka berada sebelumnya.[53]
Astronomi dan astrofisika 100 juta[note 1] Bumi kemungkinan besar akan ditabrak oleh asteroid yang ukurannya sebanding dengan asteroid yang memicu kepunahan K–Pg 66 juta tahun yang lalu, dengan asumsi tabrakan ini tidak dapat dihindari.[54]
Geologi dan ilmu keplanetan 100 juta Menurut Model Pangea Proxima yang dibuat oleh Christopher R. Scotese, zona subduksi baru akan terbuka di Samudra Atlantik dan Amerika akan mulai menyatu kembali dengan Afrika.[44]
Geologi dan ilmu keplanetan 100 juta Perkiraan maksimal umur cincin Saturnus dalam keadaannya saat ini.[55]
Astronomi dan astrofisika 110 juta Luminositas Matahari meningkat 1%.[56]
Astronomi dan astrofisika 180 juta Karena perlambatan bertahap rotasi Bumi, satu hari di Bumi akan menjadi satu jam lebih lama dari hari ini.[57]
Mathematics 230 juta Prediksi orbit planet-planet tidak mungkin dilakukan dalam rentang waktu yang lebih lama dari ini, karena keterbatasan waktu Lyapunov.[58]
Astronomi dan astrofisika 240 juta Dari posisinya saat ini, Tata Surya akan menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi Pusat Galaksi.[59]
Geologi dan ilmu keplanetan 250 juta Menurut Christopher R. Scotese, akibat pergerakan ke arah utara Pantai Barat Amerika Utara, pantai California akan bertabrakan dengan Alaska.[44]
Geologi dan ilmu keplanetan 250–350 juta Semua benua di Bumi akan melebur menjadi benua super. Tiga pengaturan potensial dari konfigurasi ini telah dijuluki Amasia, Novopangaea, dan Pangea Ultima.[44][60] This will likely result in a glacial period, lowering sea levels and increasing oxygen levels, further lowering global temperatures.[61][62]
Biologi >250 juta Evolusi biologis yang cepat dapat terjadi karena pembentukan superbenua yang menyebabkan suhu lebih rendah dan kadar oksigen lebih tinggi.[62] Meningkatnya persaingan antar spesies karena pembentukan superbenua, peningkatan aktivitas vulkanik, dan kondisi yang kurang bersahabat karena pemanasan global akibat meningkatnya luminositas Matahari dapat mengakibatkan peristiwa kepunahan massal. Kehidupan tumbuhan dan hewan mungkin tidak sepenuhnya pulih.[63]
Geologi dan ilmu keplanetan 300 juta Karena pergeseran sel Hadley khatulistiwa ke sekitar 40° utara dan selatan, jumlah lahan gersang akan meningkat sebesar 25%.[63]
Geologi dan ilmu keplanetan 300–600 juta Perkiraan waktu hingga suhu mantel Venus mencapai titik maksimumnya. Kemudian, selama sekitar 100 juta tahun, terjadi subduksi besar dan kerak planet akan didaur ulang.[64]
Geologi dan ilmu keplanetan 350 juta Menurut model ekstroversi yang pertama kali dikembangkan oleh Paul F. Hoffman, subduksi berhenti di Cekungan Samudra Pasifik.[60][65][66]
Geologi dan ilmu keplanetan 400–500 juta Benua super (Pangea Ultima, Novopangaea, atau Amasia) kemungkinan besar akan pecah.[60] Hal ini kemungkinan besar akan menghasilkan suhu global yang lebih tinggi, mirip dengan periode Cretaceous.[62]
Astronomi dan astrofisika 500 juta[note 1] Perkiraan waktu hingga semburan sinar gamma, atau supernova hiperenergetik masif, terjadi dalam jarak 6.500 tahun cahaya dari Bumi; cukup dekat bagi sinarnya untuk mempengaruhi lapisan ozon Bumi dan berpotensi memicu kepunahan massal, dengan asumsi hipotesis bahwa ledakan sebelumnya yang memicu Peristiwa kepunahan Ordovisium–Silur adalah ledakan supernova. Namun, supernova harus benar-benar mengarah tepat ke Bumi untuk menyebabkan efek ini.[67]
Astronomi dan astrofisika 600 juta Percepatan pasang surut menggerakkan Bulan cukup jauh dari Bumi sehingga gerhana matahari total tidak mungkin lagi terjadi lagi.[68]
Geologi dan ilmu keplanetan 500–600 juta Cahaya Matahari yang meningkat mulai mengganggu siklus karbonat-silikat; luminositas yang lebih tinggi meningkatkan pelapukan batuan permukaan, yang memerangkap karbon dioksida di dalam tanah sebagai karbonat. Saat air menguap dari permukaan bumi, batuan mengeras, menyebabkan lempeng tektonik melambat dan akhirnya berhenti begitu lautan menguap sepenuhnya. Dengan berkurangnya aktivitas vulkanisme untuk mendaur ulang karbon ke atmosfer bumi, tingkat karbon dioksida mulai turun.[69] Pada saat ini, tingkat karbon dioksida akan turun ke titik di mana [[fiksasi karbon C3|fotosintesis Templat:C3]] tidak lagi memungkinkan. Semua tumbuhan yang memanfaatkan fotosintesis Templat:C3 (≈99 persen spesies saat ini) akan mati.[70] Kepunahan kehidupan tumbuhan Templat:C3 cenderung menjadi penurunan jangka panjang daripada penurunan tajam. Kemungkinan kelompok tumbuhan akan mati satu per satu jauh sebelum tingkat kritis karbon dioksida tercapai. Tumbuhan pertama yang akan punah adalah tumbuhan Templat:C3 herba, diikuti oleh hutan gugur, hutan hijau abadi, hutan berdaun lebar, dan terakhir konifer hijau abadi.[63]
Biologi 500–800 juta[note 1] Saat Bumi mulai menghangat dengan cepat dan tingkat karbon dioksida turun, tumbuhan —dan, selanjutnya, hewan— dapat bertahan lebih lama dengan mengembangkan strategi lain seperti membutuhkan lebih sedikit karbon dioksida untuk proses fotosintesis, menjadi karnivora, beradaptasi dengan pengeringan, atau bersimbiosis dengan jamur. Adaptasi ini kemungkinan besar muncul di dekat permulaan rumah kaca yang lembab.[63] Kematian sebagian besar kehidupan tumbuhan akan menghasilkan lebih sedikit oksigen di atmosfer, memungkinkan lebih banyak radiasi ultraviolet yang merusak DNA mencapai permukaan. Peningkatan suhu akan meningkatkan reaksi kimia di atmosfer, yang selanjutnya menurunkan kadar oksigen. Hewan terbang memiliki keuntungan karena kemampuannya untuk melakukan perjalanan jarak jauh mencari suhu yang lebih dingin.[71] Banyak hewan mungkin terpaksa berpindah ke kutub atau bersembunyi bawah tanah. Makhluk ini akan menjadi aktif selama malam kutub dan berestivasi selama hari kutub karena panas dan radiasi yang hebat. Sebagian besar daratan akan menjadi gurun tandus, dan tumbuhan serta hewan terutama akan hidup di lautan.[71]
Biologi 800–900 juta Tingkat karbon dioksida turun sedemikian rupa hingga proses [[Fotosintesis CAM|fotosintesis Templat:C4]] tidak mungkin lagi.[70] Tanpa kehidupan tumbuhan yang mendaur ulang oksigen di atmosfer, oksigen bebas dan lapisan ozon akan hilang dari atmosfer sehingga memungkinkan tingkat sinar UV yang mematikan akan mencapai permukaan. Dalam buku The Life and Death of Planet Earth, penulis Peter D. Ward dan Donald Brownlee menyatakan bahwa beberapa kehidupan hewan mungkin dapat bertahan hidup di lautan. Akan tetapi, pada akhirnya, semua kehidupan multisel akan tetap mati.[72] Menurut estimasi maksimum, kehidupan hewan dapat bertahan sekitar 100 juta tahun setelah kehidupan tumbuhan mati, dengan hewan terakhir adalah hewan yang tidak bergantung pada tumbuhan hidup seperti rayap atau hewan berhabitat di dekat lubang hidrotermal seperti cacing dari genus Riftia.[63] Satu-satunya kehidupan yang bertahan hidup di Bumi setelah ini adalah organisme bersel tunggal.
Geologi dan ilmu keplanetan 1 miliar[note 2] 27% dari massa lautan telah disubduksi ke dalam mantel. Jika proses ini terus berlanjut tanpa gangguan, maka akan tercapai kesetimbangan, 65% air permukaan saat ini akan disubduksi.[73]
Geologi dan ilmu keplanetan 1.1 miliar Luminositas Matahari telah meningkat sebesar 10%, menyebabkan suhu permukaan bumi mencapai rata-rata sekitar Templat:Cvt. Atmosfer akan menjadi "rumah kaca yang lembab", mengakibatkan penguapan lautan yang tak terkendali.[69][74] Hal ini akan menyebabkan lempeng tektonik berhenti total, jika belum dihentikan sebelumnya.Templat:Sfn Kantung-kantung air mungkin masih ada di kutub, memungkinkan tempat tinggal untuk kehidupan sederhana.Templat:Sfn[75]
Biologi 1.2 miliar Perkiraan maksimum sampai semua kehidupan tumbuhan mati, dengan asumsi beberapa bentuk fotosintesis dimungkinkan meskipun tingkat karbon dioksida sangat rendah. Jika ini memungkinkan, peningkatan suhu akan membuat kehidupan hewan tidak berkelanjutan mulai saat ini.[76][77][78]
Biologi 1.3 miliar Semua bentuk kehidupan eukariotik di Bumi akan mati karena kelaparan karbon dioksida. Hanya prokariota yang tersisa.[72]
Astronomi dan astrofisika 1.5–1.6 miliar Cahaya Matahari yang meningkat menyebabkan zona laik huni bergerak ke luar; saat karbon dioksida meningkat di atmosfer Mars, suhu permukaannya naik ke tingkat yang mirip dengan Bumi selama zaman es.[72][79]
Biologi 1.6 miliar Perkiraan minimum sampai semua kehidupan prokariotik akan punah.[72]
Geologi dan ilmu keplanetan 2 miliar Perkiraan maksimum sampai lautan bumi menguap jika tekanan atmosfer menurun melalui siklus nitrogen.[80]
Geologi dan ilmu keplanetan 2.3 miliar Inti luar Bumi membeku jika inti dalam terus tumbuh pada laju saat ini Templat:Cvt per tahun.[81][82] Tanpa inti luarnya yang cair, medan magnet Bumi akan mati,[83] dan partikel bermuatan yang memancar dari Matahari secara bertahap menguras atmosfer.[84]
Astronomi dan astrofisika 2.55 miliar Matahari akan mencapai suhu permukaan maksimum 5.820 K. Sejak saat itu, matahari akan menjadi lebih dingin secara bertahap sementara luminositasnya akan terus meningkat.[74]
Geologi dan ilmu keplanetan 2.8 miliar Suhu permukaan bumi mencapai sekitar Templat:Cvt, bahkan di daerah kutub.[69][85]
Biologi 2.8 miliar Semua kehidupan, yang sekarang telah direduksi menjadi koloni uniseluler di lingkungan mikro yang terisolasi dan tersebar seperti danau atau gua di dataran tinggi, punah.[69][85]
Astronomi dan astrofisika c. 3 miliar[note 1] Ada kira-kira 1-dari-100.000 kemungkinan bahwa Bumi akan terlontar ke ruang antarbintang oleh pertemuan bintang sebelum titik ini, dan peluang 1-dari-3-juta bahwa bumi akan ditangkap oleh bintang lain dan mengorbitnya. Jika ini terjadi, kehidupan, dengan asumsi selamat dari perjalanan antarbintang, berpotensi akan berlangsung lebih lama.Templat:Sfn
Astronomi dan astrofisika 3 miliar Titik median saat jarak Bulan yang semakin jauh dari Bumi mengurangi efek stabilnya pada kemiringan sumbu Bumi. Akibatnya, penjelajahan kutub sejati Bumi menjadi kacau dan ekstrem, menyebabkan perubahan dramatis dalam iklim planet karena perubahan kemiringan sumbu.[86]
Astronomi dan astrofisika 3.3 miliar 1% kemungkinan bahwa gravitasi Jupiter dapat membuat orbit Merkurius begitu eksentrik hingga bertabrakan dengan Venus, mengacaukan sistem tata surya bagian dalam. Skenario yang mungkin terjadi termasuk Merkurius bertabrakan dengan Matahari, terlempar dari Tata Surya, atau bertabrakan dengan Bumi.[87]
Geologi dan ilmu keplanetan 3.5–4.5 miliar Semua air yang saat ini ada di lautan (jika tidak hilang sebelumnya) akan menguap. Efek rumah kaca yang disebabkan oleh atmosfer kaya air yang masif, dikombinasikan dengan luminositas Matahari yang mencapai kira-kira 35–40% di atas nilai saat ini, akan mengakibatkan suhu permukaan bumi meningkat menjadi Templat:Cvt—cukup panas untuk melelehkan beberapa batuan permukaan.Templat:Sfn[80][88][89] Periode pada masa depan Bumi ini sering kali Templat:Quantify dibandingkan dengan Venus hari ini, tetapi suhu sebenarnya sekitar dua kali suhu di Venus hari ini, dan pada suhu ini permukaannya akan mencair sebagian,[90] sementara Venus mungkin akan tetap memiliki sebagian besar permukaan padat saat ini. Venus juga mungkin akan memanas secara drastis pada masa ini, kemungkinan besar jauh lebih panas daripada Bumi (karena Venus lebih dekat ke Matahari).
Astronomi dan astrofisika 3.6 miliar Bulan Neptunus Triton jatuh melampaui batas Roche planet, berpotensi hancur menjadi sistem cincin planet yang mirip dengan Saturnus.[91]
Astronomi dan astrofisika 4 miliar Titik median saat Galaksi Andromeda akan mengalami bertabrakan dengan Bimasakti, yang kemudian akan bergabung untuk membentuk galaksi yang disebut "Milkomeda".[92] Ada juga kemungkinan kecil Tata Surya terlontar.[93][94] Planet-planet Tata Surya hampir pasti tidak akan terganggu oleh peristiwa ini.[95][96][97]
Geologi dan ilmu keplanetan 4.5 miliar Mars mencapai fluks matahari yang sama dengan Bumi saat pertama kali terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dari hari ini.[79]
Astronomi dan astrofisika 5.4 miliar Matahari akan kehabisan suplai hidrogen yang menjadi bahan bakar intinya. Pada waktu ini matahari akan meninggalkan deret utama dan mulai berkembang menjadi raksasa merah.[98]
Geologi dan ilmu keplanetan 6.5 miliar Mars mencapai fluks radiasi matahari yang sama dengan Bumi saat ini, setelah itu Mars akan mengalami nasib yang sama dengan Bumi seperti dijelaskan di atas.[79]
Astronomi dan astrofisika 7.5 miliar Bumi dan Mars mungkin terkunci pasang surut dengan subraksasa Matahari yang mengembang.[79]
Astronomi dan astrofisika 7.59 miliar Bumi dan Bulan kemungkinan besar akan hancur karena jatuh ke Matahari, tepat sebelum Matahari mencapai akhir fase raksasa merah dan radius maksimumnya 256 kali radius saat ini.[98][note 3] Sebelum tabrakan terakhir, Bulan mungkin berputar di bawah batas Roche Bumi, pecah menjadi cincin puing, sebagian besar jatuh ke permukaan bumi.[99]

Selama era ini, bulan Saturnus Titan akan mencapai suhu permukaan yang diperlukan untuk mendukung kehidupan.[100]

Astronomi dan astrofisika 7.9 miliar Matahari mencapai ujung cabang raksasa merah dari diagram Hertzsprung – Russell, mencapai radius maksimum 256 kali nilai saat ini.[101] Dalam prosesnya, Merkurius, Venus, dan kemungkinan besar Bumi juga akan hancur.[98]
Astronomi dan astrofisika 8 miliar Matahari akan menjadi katai putih karbon-oksigen dengan massa sekitar 54,05% massa saat ini.[98][102][103][104] Pada titik ini, jika entah bagaimana Bumi bisa bertahan, suhu di permukaan planet, serta planet lain yang tersisa di Tata Surya, akan mulai turun dengan cepat, karena Matahari katai putih mengeluarkan energi yang jauh lebih sedikit daripada saat ini.
Astronomi dan astrofisika 22 miliar Akhir alam semesta dalam skenario Big Rip (Rekahan Besar), dengan asumsi model energi gelap dan [[Persamaan keadaan (kosmologi)|Templat:Var = −1.5]].[105][106] Jika massa jenis energi gelap kurang dari −1, Ekspansi Alam Semesta akan terus bertambah cepat dan Alam Semesta Teramati akan terus mengecil. Sekitar 200 juta tahun sebelum Big Rip, gugus galaksi seperti Grup Lokal atau Grup Pematung akan hancur. Enam puluh juta tahun sebelum Big Rip, semua galaksi akan mulai kehilangan bintang di tepinya dan akan hancur total dalam 40 juta tahun kedepan. Tiga bulan sebelum Big Rip, semua sistem bintang akan menjadi tidak terikat secara gravitasi, dan planet-planet akan melayang ke alam semesta yang mengembang dengan cepat. Tiga puluh menit sebelum Big Rip, planet, bintang, asteroid dan bahkan objek ekstrem seperti bintang neutron dan black hole akan menguap menjadi atom. Seratus zeptosekon (10−19 detik) sebelum Big Rip, atom akan terpecah. Akhirnya, begitu materi-materi yang terpecah mencapai skala Planck, dawai kosmik akan hancur bersama jalinan ruangwaktu itu sendiri. Alam semesta akan memasuki tahap "rekahan singularitas" ketika semua jarak menjadi jauh tak terhingga. Berbeda dengan "remukan singularitas" saat semua materi terkonsentrasi secara tak terhingga, dalam sebuah "rekahan singularitas" semua materi akan tersebar tak terhingga.[107] Namun, pengamatan kecepatan gugusan galaksi oleh Chandra X-ray Observatory menunjukkan bahwa nilai sebenarnya dari Templat:Var sekitar −0.991, artinya Big Rip tidak akan terjadi.[108]
Astronomi dan astrofisika 50 miliar Jika Bumi dan Bulan tidak ditelan oleh Matahari, saat ini mereka akan menjadi tidelocked, dengan masing-masing hanya menampilkan satu wajah ke wajah lainnya.[109][110] Setelah itu, aksi pasang surut Matahari katai putih akan mengekstraksi momentum sudut dari sistem, menyebabkan orbit bulan membusuk dan putaran bumi semakin cepat.[111]
Astronomi dan astrofisika 65 miliar Bulan mungkin akan bertabrakan dengan Bumi karena peluruhan orbitnya, dengan asumsi Bumi dan Bulan tidak ditelan oleh raksasa merah Matahari.[112]
Astronomi dan astrofisika 100–150 miliar Ekspansi alam semesta menyebabkan semua galaksi di luar Grup Lokal Bima Sakti sebelumnya menghilang di luar cakrawala sinar kosmik, menghapusnya dari alam semesta teramati.[113]
Astronomi dan astrofisika 150 miliar Latar belakang gelombang mikro kosmik mendingin dari suhu c saat ini. 2,7 K hingga 0,3 K, membuatnya tidak dapat dideteksi dengan teknologi saat ini.[114]
Astronomi dan astrofisika 325 miliar Perkiraan waktu perluasan alam semesta mengisolasi semua struktur yang terikat secara gravitasi dalam cakrawala kosmologisnya sendiri. Pada titik ini, alam semesta telah mengembang dengan faktor lebih dari 100 juta, dan bahkan bintang-bintang yang diasingkan pun terisolasi.[115]
Astronomi dan astrofisika 450 miliar Median titik dimana c. 47 galaksi[116] Grup Lokal akan bergabung menjadi satu galaksi besar[4]
Astronomi dan astrofisika 800 miliar Perkiraan waktu ketika emisi cahaya bersih dari gabungan galaksi "Milkomeda" mulai menurun saat bintang katai merah melewati tahap katai biru pada puncak luminositas.[117]
Astronomi dan astrofisika 1012 (1 triliun) Perkiraan rendah untuk waktu sampai pembentukan bintang berakhir di galaksi karena galaksi kehabisan awan gas yang mereka butuhkan untuk membentuk bintang.[4]

Ekspansi alam semesta, dengan asumsi kepadatan energi gelap yang konstan, mengalikan panjang gelombang gelombang mikro kosmik background sebesar 10 29 , melebihi skala cakrawala cahaya kosmik dan memberikan bukti Big Bang tidak terdeteksi. Namun, masih mungkin untuk menentukan perluasan alam semesta melalui studi hypervelocity stars.[113]

Astronomi dan astrofisika 1011–1012 (100 miliar – 1 triliun) Perkiraan waktu hingga Semesta berakhir melalui Big Crunch, dengan asumsi model "tertutup".[118][119] Bergantung pada berapa lama fase ekspansi, peristiwa dalam fase kontraksi akan terjadi dalam urutan terbalik.[120] Pertama-tama supergugus galaksi akan bergabung, diikuti oleh gugus galaksi, kemudian galaksi-gakslo. Akhirnya, bintang-bintang menjadi begitu dekat sehingga mereka akan mulai saling bertabrakan. Saat alam semesta terus berkontraksi, suhu latar belakang gelombang mikro kosmik akan naik di atas suhu permukaan bintang-bintang tertentu, yang berarti bahwa bintang-bintang ini tidak lagi dapat mengeluarkan panas internalnya, perlahan memanaskan suhu bintang tersebut hingga mereka meledak. Peristiwa ini akan dimulai dengan bintang bermassa rendah katai merah setelah CMB mencapai Templat:Convert sekitar 500.000 tahun sebelum akhir, diikuti oleh tipe-K, tipe-G, tipe-F, tipe-A, tipe-B dan akhirnya bintang tipe-O bintang-bintang sekitar 100.000 tahun sebelum Big Crunch. Beberapa menit sebelum Big Crunch, suhu akan sangat tinggi sehingga inti atom akan terurai dan partikel akan tersedot oleh lubang hitam yang telah menyatu. Akhirnya, semua lubang hitam di alam semesta akan bergabung menjadi satu lubang hitam tunggal yang berisi semua materi di alam semesta, yang kemudian akan melahap alam semesta, termasuk dirinya sendiri.[120] Setelah peristiwa ini, ada kemungkinan Big Bang baru akan mengikuti dan menciptakan alam semesta baru. Data pengamatan saat ini tentang energi gelap dan bentuk Alam Semesta tidak mendukung skenario ini. Diperkirakan bahwa alam semesta memiliki geometri datar dan karena adanya energi gelap, perluasan alam semesta akan semakin cepat. Akan tetapi, sifat-sifat energi gelap masih belum diketahui, dan karenanya terdapat kemungkinan bahwa energi gelap akan berbalik suatu saat nanti.
Astronomi dan astrofisika 1.05×1012 (1.05 triliun) Perkiraan waktu Alam Semesta akan mengembang dengan faktor lebih dari 10 26, mengurangi kerapatan partikel rata-rata menjadi kurang dari satu partikel per volume cakrawala kosmologis. Di luar titik ini, partikel materi antargalaksi tak terikat diisolasi secara efektif, dan tabrakan di antara mereka berhenti memengaruhi evolusi Alam Semesta pada masa depan.[115]
Astronomi dan astrofisika 2×1012 (2 triliun) Perkiraan waktu saat semua objek di luar Grup Lokal kita mengalami pergeseran merah dengan faktor lebih dari 1053. Bahkan sinar gamma dengan energi tertinggi akan terbentang hingga panjang gelombangnya lebih besar daripada diameter fisik horizon.[121]
Astronomi dan astrofisika 4×1012 (4 triliun) Perkiraan waktu hingga bintang katai merah Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Matahari pada jarak 4,25 tahun cahaya, meninggalkan deret utama dan menjadi bintang katai putih.[122]
Astronomi dan astrofisika 1013 (10 triliun) Perkiraan waktu puncak kelaikhunian di alam semesta, kecuali kelaikhunian di sekitar bintang bermassa rendah ditekan.[123]
Astronomi dan astrofisika 1.2×1013 (12 triliun) Perkiraan waktu hingga katai merah VB 10, per tahun 2016 merupakan bintang deret utama paling kecil dengan perkiraan massa 0,075 Templat:Massa matahari, kehabisan hidrogen di intinya dan menjadi katai putih.[124][125]
Astronomi dan astrofisika 3×1013 (30 triliun) Perkiraan waktu bagi bintang (termasuk Matahari) untuk bertemu secara dekat dengan bintang lain di lingkungan bintang terdekat. Setiap kali dua bintang (atau sisa-sisa bintang) lewat dekat satu sama lain, orbit planet mereka dapat terganggu, berpotensi melontarkan planet dari orbit sistem bintangnya. Rata-rata, semakin dekat orbit sebuah planet ke bintang induknya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk terlontar dengan cara ini, karena secara gravitasi ia lebih terikat lebih erat ke bintang induknya.[126]
Astronomi dan astrofisika 1014 (100 triliun) Perkiraan maksimum untuk waktu saat pembentukan bintang normal berakhir di galaksi.[4] Peristiwa ini menandai transisi dari Era Stelliferous ke Era Degenerasi; tanpa hidrogen bebas untuk membentuk bintang baru, semua bintang yang tersisa perlahan-lahan menghabiskan bahan bakarnya dan kemudian mati.[3] Pada saat ini, alam semesta akan mengembang dengan faktor kira-kira 102554.[115]
Astronomi dan astrofisika 1.1–1.2×1014 (110–120 triliun) Pada saat ini semua bintang di alam semesta akan menghabiskan bahan bakarnya (bintang dengan umur terpanjang, katai merah bermassa rendah memiliki rentang hidup sekitar 10-20 triliun tahun).[4] Setelah titik ini, objek bermassa bintang yang tersisa adalah sisa-sisa bintang (katai putih, bintang neutron, lubang hitam) dan katai coklat.

Tabrakan antara katai coklat akan menciptakan katai merah baru pada tingkat marginal: rata-rata, sekitar 100 bintang akan bersinar di tempat yang dulunya Bima Sakti. Tabrakan antara sisa-sisa bintang akan menciptakan supernova sesekali.[4]

Astronomi dan astrofisika 1015 (1 kuadriliun) Perkiraan waktu hingga pertemuan jarak dekat antar bintang melontarkan semua planet di sistem bintang (termasuk Tata Surya) dari orbitnya.[4]

Pada titik ini, Matahari akan mendingin hingga bersuhu 5 K.[127]

Astronomi dan astrofisika 1019 to 1020
(10–100 quintillion)
Perkiraan waktu hingga 90–99% katai coklat dan sisa-sisa bintang (termasuk Matahari) terlontar keluar dari galaksi. Ketika dua benda melintas cukup dekat satu sama lain, mereka bertukar energi orbital, dengan benda bermassa lebih rendah cenderung mendapatkan energi. Melalui pertemuan berulang kali, benda bermassa lebih rendah dapat memperoleh energi yang cukup dengan cara ini untuk terlontar dari galaksi mereka. Proses ini pada akhirnya akan menyebabkan Bima Sakti mengeluarkan sebagian besar katai coklat dan sisa-sisa bintangnya.[4][128]
Astronomi dan astrofisika 1020 (100 quintillion) Perkiraan waktu hingga Bumi bertabrakan dengan katai hitam Matahari akibat peluruhan orbitnya melalui emisi radiasi gravitasi.[129] Dengan asumsi Bumi tidak dilontarkan dari orbitnya akibat pertemuan bintang atau ditelan oleh Matahari selama fase raksasa merahnya.[129]
Astronomi dan astrofisika 1030 Perkiraan waktu sampai sisa-sisa bintang yang tidak terlontar dari galaksi (1–10%) jatuh ke lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Pada titik ini, dengan bintang biner telah bertumbukan dan menyatu satu sama lain, dan planet-planet jatuh ke dalam bintang mereka, melalui emisi radiasi gravitasi, hanya objek soliter (sisa-sisa bintang, katai coklat, objek bermassa planet terlontar, lubang hitam) yang akan tetap ada di alam semesta.[4]
Particle physics 2×1036 Perkiraan waktu bagi semua nukleon di alam semesta teramati untuk meluruh, jika hipotesis paruh proton menggunakan nilai sekecil mungkin (8.2×1033 tahun).[130][131][note 4]
Particle physics 3×1043 Perkiraan waktu untuk bagi nukleon di alam semesta teramati untuk meluruh, jika waktu paruh proton dihipotesiskan menggunakan nilai terbesar yang memungkinkan, 1041 tahun,[4] dengan asumsi bahwa Big Bang adalah inflasi serta asumsi bahwa proses yang sama juga terjadi saat baryon mendominasi anti-baryon di alam semesta awal dan membuat proton meluruh.[131][note 4] Pada saat ini, jika proton melakukan peluruhan, Era Lubang Hitam, di mana lubang hitam adalah satu-satunya benda langit yang tersisa, dimulai.[3][4]
Particle physics 1065 Dengan asumsi bahwa proton tidak meluruh, perkiraan waktu untuk benda-benda kaku, dari batuan yang mengambang bebas di ruang angkasa ke planet, akan berubah susunan atom dan molekulnya melalui penerowongan kuantum. Pada skala waktu ini, setiap benda dan materi yang terpisah akan "berperilaku seperti cairan" dan menjadi bola halus karena pengaruh difusi dan gravitasi.[129]
Particle physics 2×1066 Perkiraan waktu hingga lubang hitam bermassa 1 kali massa matahari meluruh menjadi partikel subatomik oleh radiasi Hawking.[132]
Particle physics 6×1099 Perkiraan waktu sampai lubang hitam supermasif TON 618, lubang hitam paling masif yang diketahui (2018), dengan massa 66 miliar massa matahari, menghilang oleh emisi radiasi Hawking,[132] dengan asumsi momentum sudut nol (lubang hitam ini tidak berotasi).
Particle physics 1.7×10106 Perkiraan waktu hingga lubang hitam supermasif dengan massa 20 triliun massa matahari meluruh oleh radiasi Hawking.[132] Peristiwa ini menandai akhir Era Lubang Hitam. Melampaui waktu ini, jika proton benar-benar meluruk, Alam Semesta memasuki Era Kegelapan, pada saat itu semua objek fisik telah meluruh menjadi partikel subatom, secara bertahap merosot ke keadaan energi finalnya dalam kematian panas alam semesta.[3][4]
Particle physics 10139 Perkiraan waktu Model Standar tahun 2018 sebelum runtuhnya vakum semu; 95% interval kepercayaan adalah 1058 to 10241 tahun sebagian karena ketidakpastian tentang massa quark atas.[133]
Particle physics 10200 Perkiraan waktu terlama lama hingga semua nukleon di alam semesta teramati meluruh, jika mereka tidak melalui proses di atas, melalui salah satu dari banyak mekanisme berbeda yang diperbolehkan dalam fisika partikel modern (proses orde tinggi baryon non-konservasi , lubang hitam virtual, sphaleron, dll.) pada skala waktu 1046 sampai 10200 tahun.[3]
Particle physics 101100-32000 Perkiraan waktu bagi katai hitam bermassa sama dengan atau di atas 1,2 kali massa Matahari menjadi supernova sebagai hasil dari fusi lambat silikon-nikel-besi, sebagai fraksi elektron yang menurun menurunkan batas Chandrasekhar mereka, dengan asumsi proton tidak meluruh.[134]
Particle physics 101500 Dengan asumsi proton tidak meluruh, ini adalah perkiraan waktu sampai semua materi barionik pada benda bermassa bintang telah menyatu melalui fusi yang dikatalisasi muon. Materi ini kemudian membentuk besi-56 atau meluruh dari massa yang lebih tinggi elemen menjadi besi-56 untuk membentuk bintang besi.[129]
Particle physics 101026[note 5][note 6] Perkiraan waktu konservatif sampai semua bintang besi runtuh melalui penerowongan kuantum menjadi lubang hitam, dengan asumsi tidak ada peluruhan proton atau lubang hitam virtual.[129]

Pada skala waktu yang luar biasa lama ini, bahkan bintang besi yang sangat stabil akan dihancurkan oleh peristiwa penerowongan kuantum. Bintang besi pertama dengan massa yang cukup (antara 0,2 Templat:Solar mass dan batas Chandrasekhar[135]) akan runtuh melalui penerowongan menjadi bintang neutron. Selanjutnya, bintang neutron dan sisa bintang besi yang lebih berat dari batas Chandrasekhar runtuh melalui penerowongan ke dalam lubang hitam. Penguapan selanjutnya dari setiap lubang hitam yang dihasilkan menjadi partikel subatom (sebuah proses yang akan terajadi sekitar 10100 tahun), dan pergeseran berikutnya menuju Era Kegelapan alam semesta akan terjadi dalam rentang waktu ini.

Particle physics 101050[note 1][note 6][note 7] Perkiraan waktu hingga Otak Boltzmann muncul di ruang hampa melalui penurunan entropi spontan.[6]
Particle physics 101076[note 6] Perkiraan waktu maksimum sampai semua bintang besi runtuh ke dalam lubang hitam (dengan asumsi tidak ada peluruhan proton atau lubang hitam virtual).[129] Bintang-bintang ini kemudian akan langsung menguap menjadi partikel subatom pada skala waktu ini.

Ini juga merupakan perkiraan waktu maksimum hingga Era Lubang Hitam (dan Era Kegelapan berikutnya) dimulai. Melampaui titik ini, hampir dapat dipastikan bahwa Semesta tidak akan berisi lagi materi barionik dan akan menjadi hampa udara yang hampir murni (mungkin disertai dengan adanya vakum palsu) hingga mencapai keadaan energi final, dengan asumsi itu tidak terjadi sebelum waktu ini.

Particle physics 1010120[note 6] Perkiraan waktu maksimum hingga alam semesta mencapai keadaan energi akhirnya, bahkan dengan adanya vakum palsu.[6]
Particle physics 10101056[note 1][note 6] Pada saat ini efek kuantum diramalkan akan menghasilkan Big Bang baru, dan memunculkan alam semesta baru. Dalam jangka waktu yang amat lama ini, penerowongan kuantum di sembarang tempat terisolasi di alam semesta yang kosong bisa menghasilkan inflasi kosmik baru, yang menghasilkan Big Bang baru dan melahirkan alam semesta baru.[136]

Karena jumlah total cara yang memungkinkan penggabungan semua partikel subatom di alam semesta teramati adalah 1010115,[137][138] bilangan yang jika dikalikan dengan 10101056, akan menghilang ke dalam kesalahan pembulatan. Angka ini juga menjadi waktu yang memungkinakan terjadinya Big Bang baru dari penerowongan kuantum dan fluktuasi kuantum untuk menghasilkan alam semesta baru yang identik dengan alam semesta kita saat ini. Dengan asumsi bahwa setiap alam semesta baru mengandung setidaknya partikel subatomik yang berjumlah sama dan hukum fisika yang sesuai dengan lanskap yang diprediksi oleh teori dawai kembali tahun pertama.[139][140]

Manusia

Tahun dari sekarang Peristiwa
technology and culture 10.000 Perkiraan umur peradaban teknologi yang paling mungkin, menurut formulasi asli Frank Drake dalam persamaan Drake.[141]
Biologi 10.000 Jika tren globalisasi mengarah ke panmixia, variasi genetik manusia tidak akan lagi di regionalisasi, karena ukuran populasi efektif akan sama dengan ukuran populasi sebenarnya.[142]
Matematika 10.000 Umat manusia memiliki 95% kemungkinan mengalami kepunahan pada saat ini, menurut formulasi Brandon Carter dalam argumen kiamat, yang menyatakan bahwa setengah dari manusia yang akan pernah hidup mungkin sudah lahir.[143]
technology and culture 20.000 Menurut model linguistik glotokronologi Morris Swadesh, bahasa masa depan seharusnya hanya menyisakan 1 dari 100 kata dalam "kosakata inti" di daftar Swadesh dibandingkan dengan bahasa nenek moyang mereka saat ini.[144]
Geologi dan ilmu keplanetan 100.000+ Waktu yang dibutuhkan untuk teraformasi planet Mars hingga memiliki atmosfer yang kaya oksigen, dengan hanya menggunakan tanaman dan efisiensi matahari, hingga sebanding dengan biosfer yang saat ini ditemukan di Bumi.[145]
Teknologi dan budaya 1 juta Perkiraan waktu tersingkat saat manusia bisa mengkolonisasi galaksi Bima Sakti dan mampu memanfaatkan semua energi di galaksi, dengan asumsi kecepatan 10% kecepatan cahaya.[146]
Biologi 2 juta Spesies vertebrata yang terpisah selama ini umumnya akan mengalami spesiasi alopatrik.[147] Ahli biologi evolusi James W. Valentine meramalkan bahwa jika umat manusia telah tersebar di antara koloni luar angkasa yang terisolasi secara genetik selama waktu ini, galaksi akan menampung radiasi evolusioner beberapa spesies manusia dengan "keragaman bentuk dan adaptasi yang akan mengejutkan kita".[148] Hal ini akan menjadi proses alami dari populasi yang terisolasi, tidak terkait dengan teknologi potensial yang disengaja seperti peningkatan genetik.
Matematika 7,8 juta Umat manusia memiliki 95% kemungkinan punah pada saat ini, menurut J. Richard Gott dalam formulasi kontroversial argumen kiamat.[149]
technology and culture 100 juta Perkiraan umur maksimal peradaban teknologi, menurut formulasi asli Frank Drake dalam persamaan Drake.[150]
Astronomi dan astrofisika 1 miliar Perkiraan waktu bagi sebuah proyek rekayasa astronomi untuk mengubah orbit Bumi, dan bermigrasi keluar dari zona laik huni dalam menghadapi matahari yang semakin memanas, yang dicapai menggunakan bantuan gravitasi asteroid.[151][152]

Konstruksi buatan manusia

Tahun dari sekarang Peristiwa
Geologi dan ilmu keplanetan 50.000 Perkiraan umur tetrafluorometana di atmosfer, gas rumah kaca yang paling tahan lama.[153]
Geologi dan ilmu keplanetan 1 juta Sampah atau objek lain dari kaca yang saat ini ada di lingkungan akan terurai.[154]

Berbagai monumen yang terbuat dari granit keras akan terkikis hingga satu meter di daerah iklim sedang, dengan asumsi laju 1 unit Bubnoff (1 mm dalam 1.000 tahun, atau ≈1 inci dalam 25.000 tahun).[155]

Tanpa pemeliharaan, Piramida Agung Giza akan terkikis hingga tidak bisa dikenali lagi.[156]

Di Bulan, jejak kaki Neil Armstrong di Tranquility Base akan terkikis, bersama dengan jejak yang ditinggalkan oleh dua belas penjelajah bulan dari misi Apollo. Semua jejak ini akan hilang akibat efek yang terakumulasi dari pelapukan luar angkasa.[157][158] (Proses erosi normal yang ada di Bumi tidak ditemui di Bulan, karena Bulan hampir tidak memiliki atmosfer.)

Geologi dan ilmu keplanetan 7,2 juta Tanpa pemeliharaan, Gunung Rushmore akan terkikis hingga tidak bisa dikenali lagi.[159]
Geologi dan ilmu keplanetan 100 juta Pada masa ini Arkeolog masa depan kemungkinan dapat mengidentifikasi "Urban Stratum" dari kota pesisir besar yang sudah memfosil, sebagian besar melalui sisa-sisa infrastruktur bawah tanah seperti fondasi bangunan dan terowongan utilitas.[160]

Energi nuklir

Tahun dari sekarang Peristiwa
Fisika partikel 10.000 Waste Isolation Pilot Plant (Pabrik Percontohan Isolasi Limbah), untuk limbah senjata nuklir, direncanakan akan dilindungi hingga waktu ini, dengan sistem "Penanda Permanen" yang dirancang untuk memperingatkan pengunjung dalam beberapa bahasa (enam bahasa PBB, bahasa Navajo) dan piktogram.[161] Satuan Tugas Interferensi Manusia telah memberikan dasar teoretis untuk rencana Amerika Serikat bagi semiotika nuklir masa depan.
Fisika partikel 24.000 Zona Pengecualian Chernobyl, area seluas Templat:Convert di Ukraina dan Belarus yang ditinggalkan saat bencana Chernobyl (1986), akan kembali ke tingkat radiasi normal.[162]
Geologi dan ilmu keplanetan 30,000 Perkiraan umur pasokan cadangan berbasis fisi reaktor pembiak, menggunakan sumber uranium yang diketahui, dengan asumsi konsumsi energi dunia pada tahun 2009.[163]
Geologi dan ilmu keplanetan 60.000 Perkiraan umur pasokan cadangan reaktor air ringan berbasis fisi jika memungkinkan untuk mengekstraksi semua uranium dari air laut, dengan asumsi konsumsi energi dunia pada tahun 2009.[163]
Fisika partikel 211.000 Waktu paruh dari teknesium-99, produk fisi berumur panjang terpenting dalam limbah nuklir turunan uranium.
Fisika partikel 250.000 Perkiraan waktu minimum yang diperlukan agar plutonium yang disimpan di Pabrik Percontohan Isolasi Limbah, New Mexico tidak lagi mematikan dan mengandung radiasi berbahaya bagi manusia.[164]
Fisika partikel 15,7 juta Waktu paruh dari yodium-129, produk fisi berumur panjang yang paling tahan lama dari limbah nuklir turunan uranium.
Geologi dan ilmu keplanetan 60 juta Perkiraan umur pasokan cadangan daya fusi jika memungkinkan untuk mengekstrak semua litium dari air laut, dengan asumsi konsumsi energi dunia pada tahun 1995.[165]
Geologi dan ilmu keplanetan 5 miliar Perkiraan umur pasokan cadangan berbasis fisi reaktor pembiak jika memungkinkan untuk mengekstraksi semua uranium dari air laut, dengan asumsi konsumsi energi dunia pada tahun 1983.[166]
Geologi dan ilmu keplanetan 150 miliar Perkiraan umur pasokan cadangan daya fusi jika memungkinkan untuk mengekstrak semua deuterium dari air laut, dengan asumsi konsumsi energi dunia tahun 1995.[165]

Wahana antariksa dan penjelajahan luar angkasa

Sampai saat ini lima wahana antariksa (Voyager 1, Voyager 2, Pioneer 10, Pioneer 11 dan New Horizons) berada pada lintasan yang akan membawanya keluar dari Tata Surya dan menuju ruang antarbintang. Jika tidak terjadi tabrakan (yang kemungkinan terjadinya sangat kecil) dengan beberapa objek, wahana-wahana ini seharusnya bisa bertahan tanpa batasan waktu.[167]

Tahun dari sekarang Peristiwa
Astronomi dan astrofisika 1000 Satelit nuklir SNAP-10A, yang diluncurkan pada tahun 1965 ke orbit Templat:Cvt di atas Bumi, akan kembali ke permukaan.[168][169]
Astronomi dan astrofisika 16.900 Voyager 1 akan melintas dalam jarak 3,5 tahun cahaya dari Proxima Centauri.[170]
Astronomi dan astrofisika 18.500 Pioneer 11 akan melintas dalam jarak 3,4 tahun cahaya dari Alpha Centauri.[170]
Astronomi dan astrofisika 20.300 Voyager 2 akan melintas dalam jarak 2,9 tahun cahaya dari Alpha Centauri.[170]
Astronomi dan astrofisika 25.000 Pesan Arecibo, kumpulan data radio yang dikirim pada 16 November 1974, akan mencapai jarak tujuannya, gugus bola Messier 13.[171] Pesan Arecibo adalah satu-satunya pesan radio antarbintang yang dikirim ke wilayah galaksi yang sangat jauh. Selama pesan ditransmisikan, gugus bola Messier 13 akan bergeser sejauh 24 tahun cahaya. Karena gugus tersebut berdiameter 168 tahun cahaya, pesan tersebut akan tetap mencapai tujuannya.[172] Jika ada peradaban yang membalas pesan tersebut, pesan itu akan memakan waktu setidaknya 25.000 tahun lagi dari waktu transmisi (dengan asumsi tidak ada komunikasi yang lebih cepat dari cahaya).
Astronomi dan astrofisika 33.800 Pioneer 10 akan melintas dalam jarak 3,4 tahun cahaya dari Ross 248.[170]
Astronomi dan astrofisika 34.400 Pioneer 10 akan melintas dalam jarak 3,4 tahun cahaya dari Alpha Centauri.[170]
Astronomi dan astrofisika 42.200 Voyager 2 akan melintas dalam jarak 1,7 tahun cahaya dari Ross 248.[170]
Astronomi dan astrofisika 44.100 Voyager 1 akan melintas dalam jarak 1,8 tahun cahaya dari Gliese 445.[170]
Astronomi dan astrofisika 46.600 Pioneer 11 akan melintas dalam jarak 1,9 tahun cahaya dari Gliese 445.[170]
Astronomi dan astrofisika 50.000 Kapsul waktu ruang angkasa KEO, jika jadi diluncurkan, akan masuk kembali ke atmosfer bumi.[173]
Astronomi dan astrofisika 90.300 Pioneer 10 akan melintas dalam jarak 0,76 tahun cahaya dari HIP 117795.[170]
Astronomi dan astrofisika 306.100 Voyager 1 akan melintas dalam jarak 1 tahun cahaya dari TYC 3135-52-1.[170]
Astronomi dan astrofisika 492.300 Voyager 1 akan melintas dalam jarak 1,3 tahun cahaya dari HD 28343.[170]
Astronomi dan astrofisika 800.000–8 juta Perkiraan minimal umur Plakat Pioneer 10, sebelum dirusak oleh proses erosi antarbintang yang masih kurang dipahami sampai saat ini.[174]
Astronomi dan astrofisika 1,2 juta Pioneer 11 mendekat dalam jarak 3 tahun cahaya dari Delta Scuti.[170]
Astronomi dan astrofisika 1,3 juta Pioneer 10 mendekat dalam jarak 1,5 tahun cahaya dari HD 52456.[170]
Astronomi dan astrofisika 2 juta Pioneer 10 akan melintas di dekat bintang terang Aldebaran.[175]
Astronomi dan astrofisika 4 juta Pioneer 11 akan melintas di dekat salah satu bintang di konstelasi Aquila.[175]
Astronomi dan astrofisika 8 juta Satelit LAGEOS akan keluar dari orbitnya, dan masuk kembali ke atmosfer bumi, membawa pesan kepada keturunan umat manusia pada masa depan. Satelit ini juga membawa peta posisi benua saat ini serta perkiraan posisi benua pada masa depan.[176]
Astronomi dan astrofisika 1 miliar Perkiraan umur dari dua Piringan Emas Voyager, sebelum informasi yang disimpan di dalamnya rusak dan tidak dapat dipulihkan lagi.[177]
Astronomi dan astrofisika 1020 (100 kuintiliun) Skala waktu perkiraan kemungkinan bagi wahana antariksa Pioneer dan Voyager akan bertabrakan dengan sebuah bintang (atau sisa-sisa bintang).[170]

Proyek teknologi

Tanggal atau tahun dari sekarang Peristiwa
Teknologi dan budaya 3015 M Kamera yang ditempatkan oleh Jonathon Keats akan menyelesaikan waktu pajanan setelah ditempatkan di Museum Seni ASU di Tempe, Arizona, pada tahun 2015.[178]
Teknologi dan budaya 3183 M Piramida Waktu, sebuah karya seni publik di Wemding, Jerman, dijadwalkan akan selesai.[179]
Teknologi dan budaya 6939 M Kapsul waktu Westinghouse dari tahun 1939 dan 1964 dijadwalkan akan dibuka.[180]
Teknologi dan budaya 7000 M Kapsul Waktu Expo '70 terakhir dari tahun 1970, yang dikuburkan di bawah sebuah monumen dekat Istana Osaka, Jepang dijadwalkan akan dibuka.[181]
Teknologi dan budaya 28 Mei 8113 M Crypt of Civilization, kapsul waktu yang berada di Universitas Oglethorpe, Atlanta, Georgia, dijadwalkan akan dibuka setelah disegel sebelum Perang Dunia II.[182][183]
Teknologi dan budaya 10.000 Umur yang direncanakan dari beberapa proyek yang di prakarsai Long Now Foundation, termasuk jam 10.000 tahun yang dikenal sebagai Clock of the Long Now, Rosetta Project, dan Long Bet Project.[184]

Perkiraan masa pakai cakram analog HD-Rosetta, media penulisan sinar ion pada pelat nikel, teknologi yang dikembangkan di Laboratorium Nasional Los Alamos dan kemudian dikomersialkan. (Proyek Rosetta menggunakan teknologi ini, namanya diambil dari Batu Rosetta).

Biology 10.000 Proyeksi umur dari Svalbard Global Seed Vault Norwegia.[185]
Teknologi dan budaya 1 juta Perkiraan umur repositori penyimpanan Memory of Mankind (MOM) di tambang garam Hallstatt, Austria, yang menyimpan informasi pada tablet bertulis dari periuk.[186]
Teknologi dan budaya 1 juta Jangka waktu Proyek Dokumen Manusia sedang dikembangkan di University of Twente, Belanda.[187]
Teknologi dan budaya 292.278.994 M Luapan nilai numerik akan terjadi dalam waktu sistem pada program komputer Java.[188]
Teknologi dan budaya 1 miliar Perkiraan umur "perangkat memori nanoshuttle". Perangkat ini menggunakan nanopartikel besi yang dipindahkan sebagai sakelar molekuler melalui tabung nano karbon, sebuah teknologi yang dikembangkan di Universitas California, Berkeley.[189]
Teknologi dan budaya lebih dari 13 miliar Perkiraan umur atau masa pakai "penyimpanan data optik 5D" penyimpanan data dari struktur nano yang ditulis dengan laser femtosecond pada kaca, sebuah teknologi yang dikembangkan di University of Southampton.[190][191]
Teknologi dan budaya 292.277.026.596 M Luapan nilai numerik akan terjadi dalam waktu sistem pada sistem Unix 64-bit.[192]

Lihat pula

Catatan

Templat:Reflist

Referensi

Templat:Reflist

Bibliografi

Templat:Milenia

  1. Templat:Cite book
  2. Templat:Cite web
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 Templat:Cite book
  4. 4,00 4,01 4,02 4,03 4,04 4,05 4,06 4,07 4,08 4,09 4,10 4,11 Templat:Cite journal
  5. Templat:Cite journal
  6. 6,0 6,1 6,2 Templat:Cite journal
  7. Templat:Cite journal
  8. Templat:Cite journal
  9. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  10. Templat:Cite web
  11. Templat:Cite web
  12. Templat:Cite news
  13. Templat:Cite news
  14. Templat:Cite journal
  15. Templat:Cite book
  16. 16,0 16,1 Templat:Cite journal
  17. Templat:Cite journal
  18. Templat:Cite web
  19. Templat:Cite web
  20. Templat:Cite book
  21. Templat:Cite journal
  22. Templat:Cite web
  23. Templat:Cite journal
  24. Templat:Cite book
  25. Templat:Cite book
  26. Templat:Cite web
  27. Templat:Cite journal
  28. Templat:Cite web
  29. Templat:Cite journal
  30. Templat:Cite web
  31. Templat:Cite book
  32. Templat:Cite web
  33. Templat:Cite news
  34. 34,0 34,1 Templat:Cite web
  35. Templat:Cite journal
  36. Templat:Cite journal
  37. Templat:Cite book
  38. Templat:Cite web
  39. Templat:Cite journal
  40. Templat:Cite web
  41. Templat:Cite journal
  42. Templat:Cite book
  43. Templat:Cite book
  44. 44,0 44,1 44,2 44,3 44,4 Templat:Cite web
  45. Templat:Cite journal
  46. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  47. Templat:Cite web
  48. Templat:Cite encyclopedia
  49. Templat:Cite journal
  50. Templat:Cite book
  51. Templat:Cite journal
  52. Templat:Cite book
  53. Templat:Cite news
  54. Templat:Cite web
  55. Templat:Cite book
  56. Templat:Cite journal
  57. Templat:Cite web
  58. Templat:Cite journal
  59. Templat:Cite web
  60. 60,0 60,1 60,2 Templat:Cite news
  61. Calkin and Young in 1996 on pages 9–75
  62. 62,0 62,1 62,2 Thompson and Perry in 1997 on pages 127–28
  63. 63,0 63,1 63,2 63,3 63,4 Templat:Cite journal
  64. Templat:Cite journal
  65. Nield in 2007 on pages 20–21
  66. Hoffman in 1992 on pages 323–27
  67. Templat:Cite web
  68. Templat:Cite web
  69. 69,0 69,1 69,2 69,3 Templat:Cite journal
  70. 70,0 70,1 Templat:Cite arXiv
  71. 71,0 71,1 Ward & Brownlee in 2003 on pages 117-28
  72. 72,0 72,1 72,2 72,3 Templat:Cite journal
  73. Templat:Cite journal
  74. 74,0 74,1 Templat:Cite journal
  75. Templat:Cite journal
  76. Templat:Cite journal
  77. Templat:Cite journal
  78. Templat:Cite journal
  79. 79,0 79,1 79,2 79,3 Templat:Cite book
  80. 80,0 80,1 Templat:Cite journal
  81. Templat:Cite journal
  82. Templat:Cite book
  83. Templat:Cite journal
  84. Templat:Cite journal
  85. 85,0 85,1 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama global1
  86. Templat:Cite journal
  87. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama chaos
  88. Templat:Cite journal
  89. Templat:Cite journal
  90. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama venus
  91. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama triton
  92. Templat:Cite journal
  93. Templat:Cite web
  94. Templat:Cite journal
  95. Templat:Cite web
  96. Templat:Cite news
  97. Templat:Cite journal
  98. 98,0 98,1 98,2 98,3 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Schroder 2008
  99. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama powell2007
  100. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Titan
  101. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Rybicki2001
  102. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama nebula
  103. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama apj676_1_594
  104. Based upon the weighted least-squares best fit on p. 16 of Kalirai et al. with the initial mass equal to a solar mass.
  105. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bigrip
  106. Templat:Cite web
  107. Templat:Cite journal
  108. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama chand
  109. Templat:Cite book
  110. Templat:Cite book
  111. Templat:Cite book
  112. Templat:Cite web
  113. 113,0 113,1 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama galaxy
  114. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama temp
  115. 115,0 115,1 115,2 Templat:Cite journal
  116. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama messier
  117. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bluedwarf
  118. Templat:Cite journal
  119. Templat:Cite journal
  120. 120,0 120,1 Templat:Cite book
  121. Templat:Cite journal
  122. Templat:Cite journal
  123. Templat:Cite journal
  124. Templat:Cite journal
  125. Templat:Cite journal
  126. Templat:Cite book
  127. Templat:Cite book
  128. Templat:Cite book
  129. 129,0 129,1 129,2 129,3 129,4 129,5 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama dyson
  130. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama proton
  131. 131,0 131,1 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama half-life
  132. 132,0 132,1 132,2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Page 1976
  133. Templat:Cite journal
  134. Templat:Cite journal
  135. Templat:Cite journal
  136. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama carroll and chen
  137. Templat:Cite journal
  138. Templat:Cite journal
  139. Templat:Cite journal
  140. Templat:Cite journal
  141. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  142. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  143. Templat:Cite journal
  144. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  145. Templat:Cite journal
  146. Templat:Cite web
  147. Templat:Cite journal
  148. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  149. Templat:Cite journal
  150. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  151. Templat:Cite journal
  152. Templat:Cite journal
  153. Templat:Cite web
  154. Templat:Cite web
  155. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  156. Templat:Cite book
  157. Templat:Cite web
  158. Templat:Cite bookTemplat:ISBN missing
  159. Templat:Cite book
  160. Templat:Cite book, Review in Stanford Archaeology
  161. Templat:Cite web
  162. Templat:Cite book
  163. 163,0 163,1 Templat:Cite news
  164. Templat:Cite web
  165. 165,0 165,1 Templat:Cite journal
  166. Templat:Cite journal
  167. Templat:Cite news
  168. Templat:Cite book
  169. Templat:Cite news, ...Launched in 1965 and carrying about 4.5 kilograms of uranium 235, Snap 10A is in a 1,000-year orbit....
  170. 170,00 170,01 170,02 170,03 170,04 170,05 170,06 170,07 170,08 170,09 170,10 170,11 170,12 170,13 Templat:Cite journal
  171. Templat:Cite web
  172. Templat:Cite web
  173. Templat:Cite web
  174. Templat:Cite web
  175. 175,0 175,1 Templat:Cite web
  176. Templat:Cite web
  177. Templat:Cite AV media
  178. Templat:Cite web
  179. Conception Templat:Webarchive Official Zeitpyramide website. Retrieved 14 Desember 2010.
  180. Templat:Cite book
  181. Templat:Cite web
  182. Templat:Cite web
  183. Templat:Cite web
  184. Templat:Cite web
  185. Templat:Cite news
  186. Templat:Cite web
  187. Templat:Cite web
  188. Templat:Cite web
  189. Templat:Cite journal
  190. Templat:Cite journal
  191. Templat:Cite journal
  192. Templat:Cite web


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tanda <references group="note"/> yang berkaitan