Barisan aritmetika-geometrik

Dari testwiki
Revisi sejak 3 Desember 2024 05.29 oleh imported>Akuindo (Bacaan lanjutan)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Templat:Bedakan Templat:Kalkulus Templat:Periksa terjemahan

Dalam matematika, barisan aritmetika-geometrik adalah hasil dari perkalian suku-demi-suku pada barisan aritmetika dengan suku barisan geometri yang bersesuaian. Secara matematis, suku ke-n dari barisan aritmetika-geometrik adalah hasil kali dari suku ke-n dari barisan aritmetika dengan suku ke-n dari barisan geometrik.[1] Barisan aritmetika-geometrik muncul pada berbagai aspek, seperti perhitungan nilai harapan dalam teori peluang.

Alternatifnya, barisan aritmetika-geometrik dapat didefinisikan sebagai barisan dengan bentuk umum

un+1=run+crn

untuk suatu nilai c dan r. Dari bentuk di atas, maka terlihat bahwa barisan aritmetika-geometrik adalah kasus spesial dari relasi perulangan linier.

  • Jika r=1, maka barisan aritmetika-geometrik akan menjadi barisan aritmetika
  • Jika c=0, maka barisan aritmetika-geometrik akan menjadi barisan geometrik

Suku barisan

Dari definisi di atas, misalkan bagian yang berwarna biru menyatakan barisan aritmetika dengan nilai awal a dan beda b, dan bagian yang berwarna merah menyatakan barisan geometri dengan nilai awal k dan rasio r. Maka, beberapa suku pertama dari barisan aritmetika-geometrik ialah:[2]

u1=aku2=(a+b)(kr)u3=(a+2b)(kr2)un=(a+(n1)b)(krn1)

Contoh

Sebagai contoh, barisan

12,24,38,416,532,

dapat dikonstruksikan dengan memilih [ab]=[11] dan [kr]=[11/2].

Jumlahan berhingga

Jumlahan n suku pertama dari barisan aritmetika-geometrik memiliki bentuk tertutup

Sn=ak(a+nd)krn1r+dbr(1rn)(1r)2=A1G1An+1Gn+11r+dr(1r)2(G1Gn+1).

Bukti

Deret Teleskopik

Misalkan hasil jumlahannya dinotasikan dengan Sn, dengan indeks n menyatakan banyaknya suku berurutan yang akan dijumlahkan. Oleh karena banyaknya suku yang dijumlahkan hanya berhingga banyaknya, maka hasilnya tidak akan divergen. Akan digunakan notasi An untuk menyatakan suku ke-n dari barisan aritmetika, dan notasi Gn untuk menyatakan suku ke-n dari barisan geometri. Dengan menggunakan informasi bahwa Ai=Ai1+b dan Gi=rGi1, perhatikan bahwa

Sn=A1G1+A2G2+A3G3++AnGnrSn=A1G1+A1G2+A2G3++An1Gn+AnGn+1(1r)Sn=A1G1+bG2+bG3++bGnAnGn+1

Sehingga diperoleh

(1r)Sn=A1G1+bG2+bG3++bGnAnGn+1=A1G1AnGn+1+bG2+bG3++bGn=A1G1AnGn+1bGn+1+bG2+bG3++bGn+bGn+1=A1G1(An+b)Gn+1+b(G2+G3++Gn+Gn+1)=A1G1An+1Gn+1+bG2Gn+21rSn=A1G1An+1Gn+11r+br(1r)2(G1Gn+1)

Oleh karena An=a+(n1)b dan Gn=krn1, maka rumus Sn di atas dapat ditulis ulang sebagai

Sn=ak(a+nb)(krn)1r+bkr(1rn)(1r)2

Penjabaran Langsung

Misalkan hasil jumlahannya dinotasikan dengan Sn, dengan indeks n menyatakan banyaknya suku berurutan yang akan dijumlahkan. Oleh karena banyaknya suku yang dijumlahkan hanya berhingga banyaknya, maka hasilnya tidak akan divergen. Perhatikan bahwa Sn dapat dituliskan sebagai

Sn = u1 + u2 + u3 + + un
= ak + akr + akr2 + + akrn1
+ + +
bkr + bkr2 + + bkrn1
+ +
bkr2 + + bkrn1
+
+
bkrn1

Dengan menuliskan Sn menggunakan cara di atas, maka terlihat bahwa nilai Sn diperoleh dari hasil penjumlahan kolom per kolom. Akan tetapi, perspektif di atas juga menunjukkan bahwa menjumlahkan baris per baris akan menghasilkan jawaban yang sama, sebab suku yang dijumlahkan melalui kedua cara tersebut tidak berubah, dan hasilnya pasti berhingga. Jika penjabaran suku di atas dijumlahkan secara horizontal, maka

Sn=ak(1+r+r2++rn1)+bk(r+r2++rn1)+bk(r2++rn1)++bkrn1=ak1rn1r+bkrrn1r+bkr2rn1r++bkrn1rn1r=ak1rn1r+bk(r1rrn1r+r21rrn1r++rn11rrn1r)=ak1rn1r+bk(r1rrn1r+r21rrn1r++rn11rrn1r+rn1rrn1r)=ak1rn1r+bk(r+r2++rn1rnrn1r)=akakrn1r+bk(rrn+1(1r)2nrn1r)=ak1r(a)(krn)1r+bkr(1rn)(1r)2(nb)(krn)1r

Kalkulus Diferensial

Misalkan hasil jumlahannya dinotasikan dengan Sn, dengan indeks n menyatakan banyaknya suku berurutan yang akan dijumlahkan. Oleh karena banyaknya suku yang dijumlahkan hanya berhingga banyaknya, maka hasilnya tidak akan divergen. Dengan menggunakan sifat linier dari turunan, perhatikan bahwa

Sn=i=1nAiGi=i=1n(a+(i1)b)(kri1)=i=0n1(a+ib)(kri)=i=0n1akri+i=0n1ibkri=aki=0n1ri+(0)bkr0+i=1n1ibkri=ak1rn1r+bkri=1n1iri1=ak1rn1r+bkri=1n1(ddrri)=ak1rn1r+bkrddr(i=1n1ri)=ak1rn1r+bkrddr(r1rrn1r)=akakrn1r+bkr(1(1r)2nrn11rrn(1r)2)=ak1r(a)(krn)1r(nb)(krn)1r+bkr(1rn)(1r)2

yang merupakan hasil yang sama dengan dua metode sebelumnya.

Deret takhingga

Jika |r|<1, maka rn akan mendekati 0 apabila nilai n cukup besar. Sehingga, nilai dari deret aritmetika-geometrik (disimbolkan dengan S) ialah[2]

S=i=1ui=limni=1ui=limnSn=limnak1r(a+nb)(krn)1rmendekati 0+bkr(1rn)(1r)2=ak1r+bkr(1r)2=A1G11r+br(1r)2G1

Jika r berada di luar jangkauan di atas, maka deretnya termasuk

  • Deret divergen menuju ±, saat r>1, atau saat r=1 (dimana deretnya menjadi deret aritmetika takhingga) serta a0 dan bk0
    • Jika a=0 dan bk=0, semua nilai suku nya akan menjadi 0, sehingga nilai deret takhingga tidak divergen.
  • Deret selang-seling, saat nilai r1

Tangga Jibril

Jika An=n dan k=1, maka jumlahan dari barisan takhingga ini dikenal dengan sebutan tangga Jibril:[3][4]

i=1iri=r(1r)2dengan 0<r<1

Contoh Penerapan : Perhitungan Nilai Harapan

Saat suatu koin adil dilempar, peluang untuk mendapatkan "gambar" adalah 12. Apabila P(X=k) menyatakan peluang munculnya "gambar" untuk pertama kalinya setelah k lemparan, maka diperoleh

P(X=k)=(12)k112=(12)k

Templat:Collapse top Karena Lk menyatakan peluang munculnya "gambar" untuk pertama kalinya setelah k lemparan, maka lemparan pertama sampai lemparan ke-(k1) haruslah muncul "angka". Oleh karena lemparan koin bersifat saling bebas, maka rumus peluang koin adil yang dilempar adalah (12)k1.

Dikarenakan lemparan terakhir haruslah muncul "gambar", maka rumus peluangnya harus dikalikan dengan peluang munculnya "gambar", sehingga didapatkan

P(X=k)=(12)k112=(12)k

Templat:Collapse bottom

Dengan menggunakan rumus di atas, maka ekspektasi banyaknya koin yang harus dilempar sebelum mendapat "gambar" dapat dicari dengan

E(X)=k=1kP(X=k)=12+24+38+416+532+

yang merupakan deret aritmetika-geometrik takhingga, dengan [ab]=[11] dan [kr]=[11/2]. Dengan rumus deret aritmetika-geometrik, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa jumlahan di atas konvergen ke E(X)=2

Referensi

Templat:Reflist

Bacaan lanjutan

Templat:Topik kalkulus